Jumat, 29 April 2016

Ciri-Ciri Lengkap Teks Anekdot

Contoh Teks Anekdot Singkat biasanya bebentuk kisah yang sangat pendek, jauh lebih pendek dari pada cerpen. Karena sebagai bentuk pengisahan, teks anekdot memiliki banyak persamaan dengan cerita, bisa di sampaikan secara monolog, bisa juga disampaikan secara dialog atau campuan keduanya.teks anekdot penyajiannya bisa menggunakan cara penyajian cerpen, dapat juga menggunakan cara penyajian drama.
Teks anekdot terdapat unsur-unsur pembenuk ceritanya. Seperti : tema, latar, tokoh, alur cerita, sudut pandang, amanatdan konfik.
Teks anekdot dimulai dengan ilustrasi keadaan atau gambaran sosok tokonya seperti cerpen dan novel. Ada kalanya orang memulai anekdotnya sperti pada kisah-kisah lama. Seperti menggunakan kata-kata klise (kuno) seperti : alkisah , di suatu tempat , syahdan di negeri antah berantah dan ain sebagainya.
Teks anekdot mengawali ceritanya dengan pengenelan tokoh cerita, penulis segera memasuki permasalahan. Penceritaanya menggunakan alur rapat sehingga tidak menggunakan banyak ilustrasi. Setelah amapai pada klimaks situasinya, ceritanya segera disudahi dengan cara yang drastis atau tanpa penyelesaian.

Membandingkan Teks Anekdot
Membandingkan artinya melihat persamaan atau perbedaan antara 2 hal pada 2 teks tersebut dari aspek isi maupun aspek kebahasaan.
Pembandingan struktur isi meliputi abstrak, orientasi, even, krisis, reaksi, koda, dan reorientasinya. Pembandingan isi juga dapat dilakukan dari segi unsur instrinsiknya seperti : tema, latar, tokoh, amanat, sudut pandang, dan alurnya.

Contoh Teks Anekdot Singkat

Pembandingan dari segi bahasa meliputi pilihan kata, ragam bahasa, ejaan, dan struktur kalimtnya.
Untuk membandingkan 2 hal dapat dilakukan dengan cara mencari persamaan dan perbedaannya.
Jika kita mencari persamaan, kita menggunakan konjungsi persamaan seperti ; hal yang sama, begitu juga, demikian halnya, begitu juga, sama dengan, dan lain seagainya.
Jika menjari perbedaan, kita menggunakan konjungsi perbedaan seperti : beda halnya dengan itu, namun, sebaliknya, sedangkan, tetapi, hal yang berbeda, dan lain sebagainya.

Mengidentifikasi Teks Anekdot
Mengidentifikasi artinya mengenali, memutuskan, menetapkan identitas, tanda pengenal, ciri, atau penetu identitas suatu hal. Mengidentifikasi teks anekdot artinya mmencari ciri-ciri pentin atau tanda pengenal/spesifik/unik dari teks anekdot.
Karakteristik teks anekdot yang menonjol adalah berisi cerita yang lucu. Struktur teks anekdot terdiri dari bagian abstrak, oerientasi, even, krisis, reaksi, dan koda. Bagian inti yang harus ada pada struktur teks anekdot adalah even, krisis, dan reaksi.
Seagai bentuk cerita tesk anekdot terbangun dari oleh unsur-unsur intrinsik yang terdiri dari tema, latar, alur, sudut pandang, amanat dan majas.

Menganalisis Contoh Teks Anekdot Singkat
Pengertian menganalisis artinya mengurai suatu pokok kedalam bagian-bagian dan menelaah hubungan antar bagian.
Analisis anekdot bisa dilakukan dari aspek isi maupun kebahasaan.
Analisis isi meliputi : unsur yang membangun teks seperti struktur atau sistematika teks (urut atau tidak) ; hubungan antar tokoh (logis atau tidak, padu atau tidak, ada bagian yang menyimpan atau tidak), dan lain sebagainya.
Analisi kebahasaan meliputi : pemilihan laras bahasa (baku atau formal vs gaul atau santai), pilihan kata (kata baku-nonbaku, kata daerah asing, kata denotatif-konotatif, kata umum kajian, kata bersinonim-berantonim-berhomonin, kata umum-khusus (hipernim-hiponim), penggunaan ungkapan dan peribahasa, penggunaan majas (gaya bahasa), penggunaan konjungsi dan preposisi, penggunaan bentuk struktur atau bentuk kalimat (langsung - tak langsung, aktif-pasif, susun biasa-inversi, tanya retoris, dan lain sebagainya), serta penerapan ejaan (EYD).

Menunting Teks Anekdot
Menyunting Teks Anekdot artinya menyempurnakan naskah dari segi isi dan bahasa.
Menyunting dari segi isi bisa meliputi kelengkapannya, urutannya,, kelucuannya, kelayakannya, dan lain sebagainya.
Menyunting dari segi bahasa, penyuntinga bisa mencakup ejaan, diksi, struktur kalimatnya (langsung-tak langsung, susun biasa-inversi, aktif pasif, dan lain sebagainya.
Mengingat begitu luasnya aspek penyuntingan, pada tahap ini aspek penyuntingannya akan dibatasi pada masalah sebagai berikut:
Penulisan kalimat langsung dan tak langsung yang melibatkan pemakaian tanda henti (titik, koma, tanya, seru), tanda petik, dan huruf kapital.
Penulisan bentuk di, ke, per, dan pun.
Struktur kalimat (kalimat rancu sehingga bersubjek).

Untuk melihat lebih lengkap, anda bisa menuju ke http://www.antarapost.com/2016/03/contoh-teks-anekdot.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar